<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Materi Pemuridan</title>
	<atom:link href="http://lppi.org/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lppi.org/blog</link>
	<description>Pusat Latihan dan Pembinaan Rohani</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 18:09:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apakah Persoalan Paling Besar dalam Hidup Manusia?</title>
		<link>http://lppi.org/blog/2010/07/15/apakah-persoalan-paling-besar-dalam-hidup-manusia/</link>
		<comments>http://lppi.org/blog/2010/07/15/apakah-persoalan-paling-besar-dalam-hidup-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 18:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[TC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lppi.org/blog/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[

Pada  masa                     kini, lebih dari setengah penduduk Amerika Serikat  yang                     berjumlah lebih  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong><strong></strong></p>
<p>Pada  masa                     kini, lebih dari setengah penduduk Amerika Serikat  yang                     berjumlah lebih                     dari 200 juta orang mengaku dirinya orang Kristen.  Hasil                     penyelidikan dengan interview terhadap segala  lapisan                     masyarakat baru-baru ini menyatakan bahwa 97% dari  mereka                     percaya kepada Allah. Tetapi sikap dan tindakan  mereka                     menunjukkan bahwa Bangsa Amerika telah menjadi  bangsa                     materialistis yang mengalami kemerosotan moral dan  rohani.                     Banyak orang Kristen telah menjadi bagian dari  persoalan                     masyarakat kita; bukannya menjadi orang yang  memecahkan                     persoalan tersebut. Orang-orang yang bukan Kristen  hanya                     melihat perbedaan kecil atau bahkan tidak sama  sekali ada                     perbedaan didalam nilai-nilai hidup mereka dengan                     nilai-nilai hidup orang-orang yang disebut Kristen.</p>
<p>Seorang                     teman yang beragama Kristen, yang merupakan orang  penting                     dalam gerejanya, pada suatu hari mengatakan : “Saya                     biasanya mengajak tetangga-tetangga saya untuk ke  gereja                     besama-sama. Ia selalu menolak, tetapi saya bujuk  terus.                     Pada suatu hari ia berkata kepada saya, Herb, jangan                     mengganggu saya lagi dengan ajakanmu ke gereja.  Sudah jelas                     hal itu belum membuat kamu lebih baik. Saya tidak  dapat                     melihat sesuatu dalam hidupmu yang berbeda dengan  hidup                     saya. Pada dasarnya kita menjalani kehidupan yang  sama.                     Terus terang saya tidak suka agama kamu dan saya  tidak mau                     mendengar hal itu lagi.” Banyak pemuda yang telah                     meninggalkan gereja karena mereka merasa, bahwa  orang tua                     mereka berpura-pura, mengatakan hal-hal yang baik  dengan                     bibir mereka, tetapi tidak mempraktekkannya didalam                     kehidupannya.</p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<h1>Jalan  yang                     Salah</h1>
<p>Setelah                     saya mendapat kehormatan untuk berbicara kepada  ratusan                     orang Kristen di berbagai daerah di seluruh dunia,  saya                     menemukan, bahwa kebanyakan orang Kristen yang  berada di                     dalam kekalahan, kegagalan serta tidak dapat  mengeluarkan                     buah, merasa tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.  Orang                     semacam ini tidak perlu diejek atau dicela dan                     dipersalahkan. Ia harus dikasihi dan ditolong.</p>
<p>Beberapa                     waktu yang lalu, ketika saya sedang mengendarai  mobil di                     Mexico di sebuah kota yang asing bagi saya, saya  telah                     membelok ke jalan yang salah. Saya telah berjalan  dengan                     arah yang salah pada jalan satu jurusan. Tetapi saya  telah                     menyadari hal ini segera setelah saya belok tadi.  Saya                     berjalan terus, bukan karena saya tidak menyadari  kesalahan                     saya, tetapi bagaimana saya dapat memutar kembali.  Segera                     setelah saya berhasil membalik atas bantuan seorang  polisi                     yang ramah-tamah dan saya meneruskan perjalanan  dengan                     senang hati, berjalan pada arah yang benar.</p>
<p>Begitu                     juga dengan hidup seorang Kristen. Seorang Kristen  tidak                     perlu diberitahu bahwa ia adalah seorang yang  pura-pura,                     atau bahwa hidupnya tidak menghormati Tuhan, jikalau  ia                     hidup dalam kekalahan. Ia perlu ditunjukkan  bagaimana                     caranya kembali. Ia perlu mengerti asal mula  kesulitannya                     dan bagaimana cara memecahkannya. Inilah sebenarnya  yang                     diperbuat Firman Allah bagi kita.</p>
<h1>Ada  Tiga                     Macam Orang</h1>
<p>Di                     dalam I Korintus pasal 2 dan 3. Dengan ilham Roh  Kudus,                     Rasul Paulus dengan tepat mendiagnosa persoalan itu.  Ia                     mengatakan, bahwa ada 3 macam orang di dunia ini –  orang                     duniawi, orang Kristen yang rohani dan orang Kristen  yang                     hidup dalam tabiat duniawi.</p>
<p>Jika                     Saudara adalah seorang Kristen yang hidup dalam  kekalahan,                     kegagalan, tidak dapat mengeluarkan buah dan tidak  mempunyai                     tenaga, saya mempunyai kabar baik bagi Saudara.  Selidikilah                     dengan teliti apa yang dikatakan Paulus di sini.  Saudara dan                     setiap orang yang hidup di dunia ini dapat disamakan  dengan                     salah satu dari ketiga kategori itu.</p>
<p><strong>Orang                     duniawi</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-26" title="law4.1" src="http://lppi.org/blog/wp-content/uploads/2010/07/law4.1.gif" alt="law4.1" width="121" height="124" />Orang                     duniawi bukan seorang Kristen. Ia bergantung pada  akalnya                     sendiri dan hidup dengan kekuatannya sendiri. Ia  tidak dapat                     mengerti atau menerima kebenaran Firman Allah.  Perhatian dan                     ambisinya dipusatkan pada perkara-perkara jasmani  dan                     duniawi. Secara rohani, ia mati di depan Allah –  mati                     didalam pelanggaran dosa-dosanya.</p>
<hr />
<p><strong>Orang                     Kristen yang Rohani</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-27" title="law4.2" src="http://lppi.org/blog/wp-content/uploads/2010/07/law4.2.gif" alt="law4.2" width="122" height="119" /></p>
<p>Orang                     Kristen yang rohani ialah seorang Kristen yang  dikontrol dan                     diberi kuasa Roh Kudus Allah. Ia diikat oleh kasih  dan kuasa                     Allah yang tak terbatas dan hidup di dalam kekuatan  dari                     Kristus yang hidup.</p>
<p>Ia                     mengerti dan percaya pada Firman Allah, dan  perhatian serta                     ambisinya ditujukan dan dipusatkan pada kehendak  Allah yang                     sempurna. Secara rohani ia hidup. Ia bersukacita di  dalam                     Tuhan dan mengeluarkan buah bagi Juruselamat, karena  ia                     memperbolehkan Roh Kudus dengan leluasa mengatur  hidupnya.</p>
<hr /><strong>Orang                      Kristen yang Hidup dalam Tabiat Duniawi</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-28" title="law4.5" src="http://lppi.org/blog/wp-content/uploads/2010/07/law4.5.gif" alt="law4.5" width="139" height="137" /></strong>Orang                     Kristen yang hidup dalam tabiat duniawi yang  dimaksudkan                     oleh Paulus di dalam I Korintus 3, adalah orang  Kristen yang                     hidup didalam kekalahan dan tidak dapat menghasilkan  buah.                     Ia tidak hidup terikat oleh kekayaan Roh Kudus yang  tak ada                     habisnya itu, tetapi justru hidup didalam kekuatan  hidupnya.                     Mungkin saja ia seorang guru sekolah Minggu, seorang                     pedagang, seorang mahasiswa atau bahkan seorang  pendeta atau                     penginjil, yang walaupun ia adalah seorang Kristen,  ia hidup                     menurut kehendaknya sendiri – ingin menguasai  dirinya                     sendiri tetapi juga berharap untuk menyukakan  Kristus. Ia                     ingin dan kadang-kadang berusaha mengasihi  perkara-perkara                     dari Allah, tetapi ia masih tetap berpegang pada                     perkara-perkara duniawi. Ia mungkin juga menganggap  dirinya                     tahu apa yang diinginkan Allah dari padanya dan  dengan jujur                     mencoba untuk hidup menurut standar itu dengan  kekuatan                     dirinya sendiri, tetapi ia gagal terus-menerus  karena                     hatinya memberontak, ia kurang penerangan atau  kurang iman.                     Ia tidak pernah mengijinkan Roh Kudus membentuk dia  menjadi                     pribadi yang diinginkan Tuhan. Dengan demikian, di  dalam                     kegagalan yang terus-menerus ia hidup di luar  kehendak Allah                     yang sempurna.</p>
<h1>“Orang                      lain”</h1>
<p>Kebanyakan                     orang Kristen, sadar atau tidak, termasuk dalam  kategori                     orang Kristen yang hidup dalam tabiat yang duniawi  ini.                     Seseorang berkata kepada saya : “Sebelumnya saya  tidak                     tahu, bahwa saya seorang Kristen yang hidup dalam  tabiat                     duniawi. Saya telah mendengar pendeta saya bicara  tentang                     orang Kristen yang bertabiat duniawi, tetapi saya  selalu                     berpikir yang ia maksudkan itu orang lain, yang saya  harap                     sedang mendengarkan khotbah pendeta itu juga.  Sekarang                     setelah saya mendengarkan khotbah Saudara, saya  menyadari                     bahwa saya juga seorang yang bertabiat duniawi.”</p>
<p>Pada                     suatu hari, seorang pedagang datang kep[ada saya; ia  sangat                     susah karena gerejanya terpecah. “Setengah dari  anggota                     gerejakami keluar dan akan membentuk gereja lain,”                     katanya. Hal ini menyedihkan saya. Saya tak dapat  memikirkan                     sesuatu yang lebih tragis daripada tubuh Kristus  yang                     dipecah-pecah.</p>
<p>Sementara                     kami bercakap-cakap, orang itu menunjukkan  tanda-tanda bahwa                     ia adalah seorang Kristen yang bertabiat duniawi.  Saya mulai                     menerangkan kepadanya, bahwa Allah telah membuat                     perlengkapan bagi dia untuk menjadi seorang Kristen.  Ia                     tidak usah terus-menerus hidup sebagai seorang yang                     bertabiat duniawi. Akhirnya kami bertelut  bersama-sama dan                     berdoa. Ia meminta pengampunan akan dosa-dosanya dan  memohon                     agar Tuhan mengisi dan mengatur hidupnya dengan Roh  Kudus.                     Pada waktu kami sedang menikmati apa yang telah  dilakukan                     Tuhan, ia berkata : “Tahukah Saudara, tidak akan ada  lagi                     persoalan dalam gereja saya sekarang. Saudara tahu,  sayalah                     orangnya yang telah menyebabkan segala kesulitan                     itu.”</p>
<h1>Saya                     Melakukan Apa yang Saya Benci</h1>
<p>Paulus                     bercerita kepada kita lebih lanjut tentang orang  yang                     bertabiat duniawi itu pada waktu ia menulis : “Sebab  kita                     tahu, bahwa Hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku  bersifat                     daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang  aku                     perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku  kehendaki                     yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah  yang aku                     perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang aku tidak  kehendaki,                     aku menyetujui bahwa hukum Taurat itu baik.”</p>
<p>“Kalau                     demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi  dosa yang                     ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam  aku, yairtu                     di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang  baik.                     Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan  hal                     berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku  kehendaki,                     yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa  yang tidak                     aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku  perbuat,”16                     Apakah ayat dari Kitab Suci ini menyatakan hubungan  Saudara                     dengan Allah pada saat ini?</p>
<p>Seorang                     dosen yang masih muda dan berbakat, seorang yang  sukses                     dalam hidupnya dan juga mempunyai masa depan yang  cerah,                     datang meminta bimbingan. Ia berkata : “Saya telah  menjadi                     orang Kristen beberapa tahun yang lalu pada waktu  saya masih                     kanak-kanak. Tetapi lama-kelamaan saya mulai  mengatur hidup                     saya sendiri. Saya masih tetap aktif di gereja –  gereja                     yang paling besar di kota itu. Tetapi saya malu  untuk                     mengatakan bahwa saya lebih tertarik untuk bekerja  bagi                     kesibukan saya sendiri dan meningkatkan kedudukan  sosial                     saya daripada melayani Tuhan dan mengenal Dia lebih  baik.                     Saya telah membela pekerjaan dan jabatan saya dan  tidak                     selamanya jujur dan baik dalam hubungan saya dengan  orang                     lain.”</p>
<p>“Allah                     telah menunjukkan kepada saya bahwa saya adalah  seorang                     Kristen yang bertabiat duniawi dan memperingatkan  saya                     tentang tahun-tahun yang telah saya sia-siakan bagi                     kepentingan pribadi saya sendiri. Saya telah datang  untuk                     mengakui dosa-dosa saya pada Allah dan  mempersembahkan hidup                     saya seluruhnya kepada Kristus untuk selanjutnya.  Tolong                     doakan agar saya boleh menjadi anak Allah – orang  Kristen                     yang rohani – dan bukan orang Kristen yang bertabiat                     duniawi seperti yang telah saya perbuat pada  tahun-tahun                     yang lalu. Sekarang saya dengan sukarela ingin masuk  the                     Great Commission Army (Laskar Amanat Agung) dan  membantu                     penginjilan dunia bagi Kristus.”</p>
<p><strong>Hidup                     Menurut Buku</strong></p>
<p>Seorang                     teman lain, orang yang paling berbakti yang pernah  saya                     kenal, hidup menurut sebuah buku hitam kecil. Buku  ini                     menceritakan tentang suatu kehidupan dengan disiplin  yang                     sangat berlebih-lebihan. Di dalam buku ini, ia  menyimpan                     dengan hati-hati semua catatan tentang keaktifannya –  pada                     waktu yang lalu, sekarang dan pada masa yang akan  datang. Di                     dalam buku itu ia mencatat waktu bangun paginya  setiap hari,                     berapa lama ia mengadakan renungan, berapa banyak  ayat                     Alkitab yang harus ia hafalkan hari itu dan kepada  beberapa                     orang ia harus bersaksi. Saya sangat kagum padanya.  Saya                     ingin sekali seperti dia.</p>
<p>Tetapi                     pada suatu hari, ia mengalami suatu pukulan mental.  Setelah                     ia keluar dari rumah sakit, ia berkata kepada saya :  “Saya                     tidak bisa hidup sebagai orang Kristen. Saya telah  mencoba                     untuk menjadi anak Allah dengan memaksakan diri saya  pada                     disiplin-disiplin yang kaku. Sebelum mereka membawa  saya ke                     rumah sakit, tindakan saya yang terakhir secara  sadar ialah                     membuang buku hitam kecil itu, yang telah menjadi  berhala                     saya, ke sudut. Saya tidak mau lagi melihatnya.”  Teman                     saya tersebut sedang mencoba hidup bagi Tuhan dengan                     kekuatan jasmaninya.</p>
<p><strong>Suatu                     Sikap yang Berubah</strong></p>
<p>Seorang                      pendeta dari sebuah gereja yang besar datang ke  salah satu                     lembaga penginjilan kami yang di Arrowhead Springs.  Setelah                      saya mengakhiri khotbah saya tentang  “Bagaimana                     Mengalami Kasih Dan PengampunanNya”, ia datang  kepada saya                     untuk bercakap-cakap. Ia penuh dengan kebencian dan  dendam                     terhadap pemimpin-pemimpin gereja di mana ia dahulu  menjadi                     pendeta.</p>
<p>“Mereka                      sangat menyakiti hati saya,” katanya. “Mereka  mencoba                     menghancurkan saya. Saya mencoba membalas dendam dan                     akibatnya saya sekarang menyadari bahwa saya telah  menjadi                     orang Kristen yang jahat, pencela orang lain, dan                     orangKristen yang bertabiat duniawi. Saya harus  benar di                     hadapan Allah atau berhenti bekerja sebagai pendeta.  Setiap                     kali saya berkhotbah tentang Injil, kata-kata itu  kembali                     menyalahkan saya. Berdoalah untuk saya agar Allah  mau                     melepaskan saya dari kebencian ini, dari penyakit  tabiat                     duniawi yang berbahaya yang menghancurkan hidup dan                     pelayanan saya.”</p>
<p>Air                     mata penyesalan diikuti dengan air mata sukacita  pada waktu                     kami bertelut bersama-sama untuk meminta kasih dan                     pengampunan dari Allah. Orang yang bangkit berdiri  itu jauh                     berbeda dengan orang yang bertelut dengan saya  beberapa                     menit yang lalu. Beberapa hari kemudian ia pergi  mengunjungi                     pemimpin-pemimpin gereja yang ia benci itu. Ia  mengatakan                     kepada mereka, bahwa ia mengasihi mereka dan ia  meminta agar                     mereka memaafkan dia. Pemimpin-pemimpin itu menjawab  dia                     dengan kasih dan memaafkannya dan mereka saling  berpelukan                     dengan sukacita dan kasih Kristen. Pendeta itu  kembali ke                     gerejanya dengan hati yang penuh kasih, yang dibakar  oleh                     semangat bagi Tuhan kita. Pelayanannya diubah dengan                     tiba-tiba.</p>
<h5>Peperangan                     di Dalam Hati</h5>
<p>Paulus                     melanjutkan keterangannya tentang orang Kristen yang                     bertabiat duniawi : “Jadi jika aku berbuat apa yang  tidak                     aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang  memperbuatnya,                     tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku  dapati                     hukum ini : jika aku menghendaki berbuat apa yang  baik, yang                     jhat itu ada padaku.</p>
<p>Sebab                     di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi  di dalam                     anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang  berjuang                     melawan hukum akal-budiku dan membuat aku menjadi  tawanan                     hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota  tubuhku. Aku,                     manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku  dari tubuh                     maut ini?”17                     Mendengar bacaan ini, salah seorang teman saya  berkata :                     “Itulah riwayat hidup saya – cerita tentang  kehidupan                     saya.”</p>
<p>Pernahkah                     Saudara menanyakan pertanyaan ini dengan kata-kata  Saudara                     sendiri, “Siapakah yang mau membebaskan saya dari  dalam                     tubuh maut ini?” Perhatikanlah berita yang indah  dalam                     jawaban Rasul Paulus : “Syukur kepada Allah! Oleh  Yesus                     Kristus, Tuhan kita.”18</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lppi.org/blog/2010/07/15/apakah-persoalan-paling-besar-dalam-hidup-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman paling besar yang dapat dialami manusia</title>
		<link>http://lppi.org/blog/2010/07/03/15/</link>
		<comments>http://lppi.org/blog/2010/07/03/15/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 18:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lppi.org/blog/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal             Yesus Kristus secara pribadi sebagai seorang Juruselamat dan  Tuhan merupakan             suatu              keistimewaan dan pengalaman yang paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal             Yesus Kristus secara pribadi sebagai seorang Juruselamat dan  Tuhan merupakan             suatu              keistimewaan dan pengalaman yang paling besar bagi manusia.</p>
<p>Yesus             dari Nazaret tetap dikenal sebagai Pribadi yang paling  menakjubkan,             paling berkuasa, dan paling menarik sepanjang abad. Tanggal  pada             surat kabar Saudara hari ini memberikan bukti yang nyata  tentang             pengaruhNya didalam sejarah. M., singkatan dari Masehi,  zaman             setelah Kristus atau biasa  dikatakan             Tahun Masehi, dan S.M. singkatan dari sebelum Masehi. Tidak  ada             orang lain, sejak dari mula pertama, yang dapat memberikan  pengaruh             yang tetap bagi kehidupan banyak orang, laki-laki dan  wanita.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>Beratus-ratus              tahun sebelum kelahiranNya, nabi-nabi Bangsa Israel telah  menubutkan             kedatanganNya. Nubuat ini dipenuhi didalam kehidupan Yesus  sampai ke             detail-detailnya, termasuk kelahiranNya yang ajaib,1             kehidupanNya,  pengajaranNya,             mujizatNya, kematianNya di kayu salib bagi dosa-dosa manusia  2             dan kebangkitanNya 3.             Ia menyatakan diri sebagai Messias yang dijanjikan, Anak  Allah, dan             mereka yang mengenal Dia dengan baik, mati syahid karena  mewartakan             Kabar Baik tentang kedatangan Allah ke dalam dunia ini  melalui Yesus             dari Nazaret untuk menyatakan kasih dan pengampunanNya bagi  semua             orang.</p>
<p>Bag<img class="size-full wp-image-18 alignleft" title="berpusatkristus" src="http://lppi.org/blog/wp-content/uploads/2010/07/berpusatkristus.gif" alt="berpusatkristus" width="79" height="75" />i kehidupan orang Kristen, Yesus berarti suatu pengalaman  indah yang             berkelimpahan. Dia mengatakan, ”Aku datang supaya mereka  mempunyai             hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”4 <img src="file:///C:/Users/Didid/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<p>Apabila             kita berjalan didalam kepenuhan dan pengawasan Roh Kudus,  tiap-tiap             hari kita dipenuhi dengan keajaiban, hidup yang berarti,  bertujuan             dan penuh dengan buah-buah Roh. Setiap orang Kristen  mempunyai             warisan, yaitu suatu hidup yang sungguh-sungguh memuaskan,  karena             “Buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera,  kesabaran,             kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan  diri.”5</p>
<p>Tetapi             sebagian besar orang Kristen tidak mengetahui apa-apa  tentang             kehidupan semacam ini – suatu hidup yang penuh kemenangan,             sukacita dan berbuah-buah dengan berkelimpahan bagi  Juruselamat kita.             Sebaliknya, bagi banyak orang, hidup sebagai orang Kristen  merupakan             suatu beban, suatu tugas pekerjaan, suatu salib yang  mengerikan yang             harus dipikul. Mereka hanya melihat kepada pangadilan yang  keji,             pukulan-pukulan yang mengerikan dan kematian yang hina pada  salib             kejam yang dilakukan oleh Bangsa Romawi terhadap Juruselamat  kita.             Mereka juga melihat kepada berpuluh-puluh ribu – bahkan             berjuta-juta orang yang selama berabad-abad mati syahid  karena             Kristus.</p>
<h1>Hidup             yang Berkelimpahan</h1>
<p>Bagi             banyak orang, Kekristenan adalah sesuatu yang harus diderita  sebelum             masuk ke Surga. Ini bukanlah maksud Tuhan. Saya ingin  mengingatkan             semua orang, bahwa Yesus mempunyai lebih banyak yang dapat  dikatakan             tentang damai, kasih, sukacita dan kemenangan pada saat-saat             terakhir dalam hidupNya di dunia ini daripada saat-saat lain  didalam             semua ajaran-ajaranNya yang tertulis.</p>
<p>Rasul             Paulus, yang telah menderita segala macam kesusahan,  pukulan-pukulan,             penjara dan akhirnya mati syahid bagi Tuhan, mengatakan :  “Kita             bermegah juga dalam kesukaran kita”,6             “Bersukacitalah senantiasa”,7             “Mengucapsyukurlah dalam segala hal.”8             Bagaimanapun keadaan kita – didalam sukacita atau dukacita,             didalam kemewahan atau kekurangan, dalam keadaan yang sehat  atau             sakit, didalam kebebasan atau didalam penghambatan – kita  dijamin             oleh Tuhan kita. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu”,9             Aku telah mengalahkan dunia”,10             “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku  sekali-kali             tidak akan meninggalkan engkau”,11             “Aku menyertai kamu senantiasa”,12             “Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan             melakukannya.”13</p>
<p><strong> </strong>Kemudian,             Tuhan telah memanggil kita menuju suatu kehidupan yang  menghasilkan             buah dalam hal memperkenalkan orang lain kepada Dia sebagai  seorang             Juruselamat. Di dalam Matius 4:19 Tuhan berkata : “Mari,  ikutlah             A<img class="alignleft size-full wp-image-19" title="berhasil" src="http://lppi.org/blog/wp-content/uploads/2010/07/berhasil.gif" alt="berhasil" width="170" height="75" />ku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Di dalam  Yohanes             15:8 Dia mengatakan : “Dalam hal inilah BapaKu  dipermuliakan,             yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu  adalah             murid-muridKu.”</p>
<h1>Bukti             Kerasulan</h1>
<p>Sebagian             besar orang Kristen tidak mengeluarkan buah. Tetapi, menurut             perkataan Kristus sendiri, tidak ada cara yang lebih baik  lagi             selain mengeluarkan buah untuk membuktikan bahwa kita adalah             murid-muridNya. Tidak cukup hanya hidup baik. Mereka yang  menganut             agama dan pemujaan-pemujaan lain yang menyangkal Allah Tuhan  kita,             sering kali hidupnya dapat menjadi teladan. Seorang atheis  dapat             menghafal doa-doa dan diluarnya berkelakuan seperti orang  saleh,             serta dapat pula melakukan hal-hal yang dikerjakan oleh  kebanyakan             orang Kristen seperti telah didemonstrasikan secara dramatis  di             negara-negara tertentu di mana orang-orang Kristen  dilemahkan             semangatnya atau dilarang; lalu informan-informan memasuki             jabatan-jabatan sebagai pemimpin gereja dengan maksud untuk             memata-matai.</p>
<p>Di             sinilah kita mengenal perbedaan yang besar antara  gereja-gereja pada             zaman Perjanjian Baru dengan gereja-gereja pada masa  sekarang. Rasul             Paulus dalam kitab Kisah Para Rasul menceritakan kisah yang             mendebarkan tentang apa yang diperbuat Allah melalui  orang-orang             Kristen yang pertama, pada waktu mereka pergi ke segala  pelosok             untuk mengajak orang-orang mengambil bagian dalam  pengharapan mereka.             Dengan dikuasai oleh kasih Kristus, mereka seringkali  menghadapi             maut dan mati syahid, sambil terus bercerita tentang  Kristus. Hal             ini jarang sekali dilakukan oleh orang-orang Kristen abad  ke-20 ini.</p>
<p>Di             dalam kata pengantar yang dituliskan oleh J.B. Phillips pada  bukunya             yang berjudul “The Young Church In Action”, dikatakan :             “Setiap orang yang membaca kitab ini (Kisah Para Rasul)  mendapat             keyakinan bahwa ada seseorang yang memimpin pekerjaan yang             kelihatannya dilakukan oleh manusia.”</p>
<p>Mungkin             karena kesederhanaan mereka, mungkin karena kesediaan hati  mereka             untuk percaya, menurut, memberi, menderita dan jikalau perlu  mati;             Roh Allah menemukan apa yang sebenarnya selalu dicariNya –             pesekutuan umat manusia didalam kasih dan iman sehingga Dia  dapat             bekerja di dalam mereka dan melalui mereka dengan ……  halangan             sesedikit mungkin. Sudah tentu, hal ini merupakan suatu  persoalan             tentang kenyataan sejarah yang sederhana, bahwa belum pernah  ada             sekelompok kecil dari orang-orang biasa seperti ini yang  dapat             bergerak ke seluruh dunia sehingga musuh-musuhnya dapat  mengatakan,             denhgan penuh kemarahan, bahwa orang-orang itu “mengacaukan             seluruh dunia.”14</p>
<p>Orang-orang              Kristen pada abad pertama itu dipenuhi dengan Roh, dikuasai  oleh             kasih Allah, mengambil bagian dalam Kabar Baik tentang kasih  Allah             dan pengampunanNya di dalam Kristus bagi seluruh dunia.</p>
<h1>Pengaruh             dari Orang-Orang Kristen yang Rohani</h1>
<p>Mengapa             gereja pada abad pertama dapat membuat suatu goncangan dari  Allah             terhadap kekaisaran Romawi yang kejam? Satu-satunya jawaban  yang             logis ialah, bahwa gereja pada waktu itu terdiri dari  orang-orang             Krisen yang rohani, laki-laki dan wanita yag dipenuhi dan  dikuasai             oleh Roh Kudus. Mereka tahu, bahwa sebelum mereka dapat  mengalami             persekutuan dengan Allah dan dapat dipakai oleh Dia untuk  membantu             menyelesaikan maksudNya di dunia ini serta membangun  kerajanNya,             mereka perlu dipenuhi dengan Roh Kudus. Dan sebelum mereka  dapat             dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka perlu menyediakan diri  agar             diampuni dan dibersihkan dari dosa-dosa mereka.</p>
<h1>Obat  Pembersih Moral</h1>
<p>Pada             saat ini, banyak orang sedang mencoba segala macam obat  pembersih             moral, tetapi semua “noda-noda” dan “bisul-bisul” tetap             menjadi bagian dari sifat-sifat mereka. Pembaharuan moral,  peraturan             sosial, penyembuhan secara psikologis, seminar-seminar yang  membahas             hal-hal yang sensitif sekali, semuanya telah gagal dalam             menghasilkan “seorang manusia baru”. Satu-satunya harapan  bagi             manusia yang berdosa ialah pembersihan yang tidak dapat  diterangkan             secara ilmiah, dan hanya Yesus Kristuslah yang memungkinkan  kita             dapat diampuni melalui kematianNya di kayu salib. Hidup yang             disucikan ini hanya dapat dialami oleh kuasa Allah, tidak  oleh kuasa             kehendak kita sendiri. Kristus yang hidup dan tinggal dalam  hati             kita itulah saja yang dapat mengubah kita.</p>
<p>Pemazmur,              Raja Daud, mengerti kebutuhan akan penyucian dan pengampunan  dosa.             Perhatikanlah doanya yang dikeluarkan dari hati yang  sungguh-sungguh             : “Besihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan  tahirkanlah             aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,  aku             senantiasa bergumul dengan dosaku …. Jadikanlah hatiku  tahir, ya             Allah , dan perbaruilah hatiku dengah roh yang teguh! …             Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang  dari             padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku  akan             mengajarkan jalanMukepada orang-orang yang melakukan  pelanggaran,             supaya orang-orang berdosa berbalik kepadaMu.”15             Disucikan dari dosa-dosa kita adalah sebuah syarat mutlak  bagi hidup             yang berkelimpahan dan berbuah seperti yang diminta oleh  Allah dari             kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lppi.org/blog/2010/07/03/15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep yang dapat disalurkan</title>
		<link>http://lppi.org/blog/2010/07/02/konsep-yang-dapat-disalurkan/</link>
		<comments>http://lppi.org/blog/2010/07/02/konsep-yang-dapat-disalurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 08:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lppi.org/blog/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu Tuhan Yesus menyuruh kesebelas orang yang selalu mengikuti-Nya selama Ia di dalam dunia ini, untuk pergi ke seluruh muka bumi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya, Ia berkata kepada mereka agar mereka mengajar murid-murid yang baru itu melakukan sesuatu yang telah diperintahkan-Nya kepada mereka.
Kemudian Rasul Paulus memberi perintah yang sama kepada Timotius &#8220;&#8230; Apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada waktu Tuhan Yesus menyuruh kesebelas orang yang selalu mengikuti-Nya selama Ia di dalam dunia ini, untuk pergi ke seluruh muka bumi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya, Ia berkata kepada mereka agar mereka mengajar murid-murid yang baru itu melakukan sesuatu yang telah diperintahkan-Nya kepada mereka.</p>
<p>Kemudian Rasul Paulus memberi perintah yang sama kepada Timotius &#8220;&#8230; Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.&#8221;</p>
<p>Di dalam proses berinteraksi dan memberi bimbingan kepada ribuan mahasiswa, kaum awam dan pendeta selama bertahun-tahun sejak tahun 1951, kami (Bill Bright) menemukan bahwa:<span id="more-9"></span></p>
<ul>
<li>Banyak anggota gereja (termasuk anggota-anggota gereja yang mengagungkan Tuhan seperti kita dan dengan setia mengajarkan firman-Nya) tidak yakin akan keselamatan mereka;</li>
<li>Banyak orang Kristen hidup dalam kekalahan dan kegagalan; dan</li>
<li>Banyak orang Kristen tidak tahu bagaimana menyaksikan iman mereka secara efektif kepada orang lain.</li>
</ul>
<p>Dalam rangka membantu menanggulangi ketiga masalah pokok di atas dan untuk membina murid-murid Kristus,  <a title="Campus Crusade for Christ" href="http://www.ccci.org/" target="_blank">Campus Crusade for Christ International</a> telah mengembangkan seri pelajaran mengenai &#8220;Bagaimana&#8230;.&#8221; &#8211; atau &#8220;Konsep yang Dapat Disalurkan&#8221; yang membahas kebenaran-kebenaran pokok yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri dan juga oleh para murid-Nya.</p>
<p>Sebuah &#8220;konsep yang dapat disalurkan&#8221; dapat didefinisikan sebagai suatu gagasan atau kebenaran yang dapat dipindahkan atau diteruskan dari satu orang kepada orang lain dan kemudian dari generasi yang satu ke generasi selanjutnya secara rohani, tanpa memutarbalikkan atau mengubah arti yang sebenarnya.</p>
<p>Kebenaran-kebenaran pokok -&#8221;konsep yang dapat disalurkan&#8221; &#8211; mengenai kehidupan Kristen ini dikemukakan dalam bentuk buku-buku, film, dan kaset dalam berbagai bahasa yang banyak dipakai di dunia ini, supaya dengan berkat Allah, dapat membantu mengubah hidup berjuta-juta orang di seluruh dunia ini.</p>
<p>Kami mendorong saudara untuk &#8220;menyalurkan&#8221; konsep ini kepada orang-orang &#8220;yang juga cakap mengajar orang lain.&#8221; Dengan demikian berjuta-juta orang dapat ditemukan dan dijadikan murid-murid Kristus dan merupakan suatu kesatuan yang sangat penting dalam melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus dalam generasi kita ini.</p>
<p>Buku Konsep-Konsep yang Dapat Disalurkan terdiri dari :</p>
<ol>
<li><a title="TC 1" href="http://lppi.org/blog/2009/07/01/bagaimana-sdr-yakin-sdr-orang-kristen/">Bagaimana Saudara Yakin Bahwa Saudara Orang Kristen </a></li>
<li>Bagaimana Mengalami Kasih dan Pengampunan Allah</li>
<li>Bagaimana Dipenuhi Roh Kudus</li>
<li>Bagaimana Berjalan Dalam Roh</li>
<li>Bagaimana Bersaksi Dalam Roh</li>
<li>Bagaimana Membimbing Orang Kepada Kristus</li>
<li>Bagaimana Membantu Melaksanakan Amanat Agung</li>
<li> Bagaimana Mengasihi dengan Iman</li>
<li>Bagaimana Berdoa</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lppi.org/blog/2010/07/02/konsep-yang-dapat-disalurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana sdr. yakin sdr. orang Kristen?</title>
		<link>http://lppi.org/blog/2009/07/01/bagaimana-sdr-yakin-sdr-orang-kristen/</link>
		<comments>http://lppi.org/blog/2009/07/01/bagaimana-sdr-yakin-sdr-orang-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 08:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lppi.org/blog/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[



Banyak   pengunjung   gereja   yang  baik ,  setia , serta  telah menerima Kristus dalam doa, _tidak yakin bahwa mereka orang  Kristen, karena tidak memperoleh penjelasan yang benar.
Keyakinan bahwa saudara orang Kristen sama dengan pengalaman    dalam perkawinan, memerlukan penyerahan dari seluruh pribadi saudara : akal , perasaan dan   kemauan

A. Keyakinan bahwa saudara orang Kristen menyangkut  akal saudara.

Agama Kristen bukanlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small></small></p>
<div>
<div>
<ol>
<li>Banyak   pengunjung   gereja   yang  baik ,  setia , serta  telah menerima Kristus dalam doa, _<strong>tidak yakin</strong> bahwa mereka orang  Kristen, karena tidak memperoleh penjelasan yang benar.</li>
<li>Keyakinan bahwa saudara orang Kristen sama dengan pengalaman    dalam perkawinan, memerlukan penyerahan dari seluruh pribadi saudara <span style="text-decoration: underline;">: <strong>akal </strong>, <strong>perasaan</strong></span> dan   <strong><span style="text-decoration: underline;">kemauan</span></strong></li>
</ol>
<p>A. Keyakinan bahwa saudara orang Kristen menyangkut  <strong><span style="text-decoration: underline;">akal</span></strong> saudara.</p>
<ol>
<li>Agama Kristen bukanlah suatu “langkah iman yang membabi-buta”.</li>
<li>Agama Kristen dibangun atas kenyataan-kenyataan sejarah yang <strong><span style="text-decoration: underline;">dibuktikan</span></strong> selama berabad-abad oleh <strong><span style="text-decoration: underline;">ilmu pengetahuan</span></strong> dan penyelidikan-penyelidikan.</li>
<li>Yesus Kristus adalah pribadi yang paling agung di dunia ini.</li>
<li>Kehidupan    yang    dijalani    Yesus,   mujizat – mujizat  yang  dilakukanNya,  perkataan-  perkataan   yang   diucapkanNya , kematianNya  di kayu  salib, kebangkitanNya, kenaikkanNya  ke surga,  semuanya  membuktikan bahwa Dia bukanlah manusia biasa, melainkan Allah.</li>
<li>Yesus mati di salib bagi dosa-dosa kita sebagaimana digambarkan berabad-abad yang lalu dalam persembahan korban pada masa Perjanjian Lama. (Ibrani 9 : 9)</li>
</ol>
<p><span id="more-5"></span>B. Keyakinan bahwa saudara orang Kristen menyangkut perasaan saudara.</p>
<ol>
<li><strong><span style="text-decoration: underline;"> Perasaan</span></strong> adalah suatu reaksi terhadap suatu perbuatan, peristiwa,  atau pengalaman tertentu.</li>
<li> Penekanan-penekanan  yang <strong> </strong>salah  dalam  perasaan telah   menyebabkan banyak orang <strong><span style="text-decoration: underline;">tidak yakin</span></strong> akan hubungan pribadinya yang sangat penting  dengan Allah.</li>
<li>Pada  dasarnya  manusia  itu  diciptakan  penuh  dengan  perasaan dan setiap hal   yang dilakukannya menyangkut perasaannya.</li>
<li>Karena perbedaan <strong><span style="text-decoration: underline;">kepribadian</span></strong> , tidak setiap orang yang menerima Kristus akan mengalami perasaan yang sama.</li>
<li>Ada beberapa orang, seperti Rasul Paulus, mengalami sesuatu yang dramatis yang lain, seperti Timotius, menjadi Kristen dengan cara yang tenang.</li>
<li>Kehidupan Kristen itu harus <strong><span style="text-decoration: underline;">diterima</span></strong> dan <strong><span style="text-decoration: underline;">dijalani</span> </strong>dengan dasar iman, bukan dengan perasaan.</li>
<li>Keyakinan itu berdasarkan :
<ol>
<li>Pertama, <strong><span style="text-decoration: underline;">kesaksian dari luar</span></strong> yang dapat dilihat, yaitu kuasa dari <strong><span style="text-decoration: underline;">Firman Allah</span></strong> ( I Yohanes 5:9-13 )</li>
<li>Kedua, <strong><span style="text-decoration: underline;">kesaksian</span></strong> di dalam hati atau <strong><span style="text-decoration: underline;">bukti-bukti</span> </strong>dari Roh Kudus ( Roma 8:16).</li>
<li>Ketiga, <strong><span style="text-decoration: underline;">perubahan-perubahan</span></strong> yang terjadi dalam hidup seseorang setelah ia menerima Kristus ( I Yohanes 2:3-6 )</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>C.Keyakinan bahwa saudara orang Kristen menyangkut kemauan saudara.</p>
<p>Kalau saudara <strong><span style="text-decoration: underline;">tidak mau</span></strong> taat kepada kebenaran, saudara tidak akan  mengetahui  kebenaran;  kalau  saudara  tidak mau berjalan dalam terang,  saudara <strong><span style="text-decoration: underline;">tidak akan</span></strong> dapat melihat terang itu. ( Yohanes 7:17 )</p>
<ol>
<li>Ada   beberapa  alasan  mengapa  beberapa  orang menolak untuk menyerahkan hidup mereka kepada Allah sebagai suatu tindakan dari kemauan mereka.
<ol>
<li>Ada yang takut bahwa Ia akan <strong><span style="text-decoration: underline;">mengubah rencana</span></strong> mereka dan mengambil  semua  kesenangan  hidup  mereka,  karena  mereka  tidak menyadari  betapa  besarnya Dia  mengasihi mereka dan ingin melakukan yang terbaik bagi mereka.</li>
<li>Ada yang mempunyai penghalang, yaitu <strong><span style="text-decoration: underline;">kesombongan intelektual </span></strong>atau kemauan pribadi.</li>
<li>Ada yang takut bahwa mereka <strong><span style="text-decoration: underline;">menyerahkan</span></strong> seluruh harta milik mereka.</li>
<li>Ada  yang takut untuk <strong><span style="text-decoration: underline;">mempercayakan</span></strong> hidup mereka kepada Allah.
<ol>
<li><strong><span style="text-decoration: underline;">Dosa yang disengaja</span></strong> mengakibatkan orang ragu-ragu akan kesungguhan imannya kepada Kristus.</li>
<li> <strong><span style="text-decoration: underline;">Iblis </span></strong>juga dapat menyesatkan orang dan membelenggu kemauan  mereka.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Singkatnya, bagaimanakah saudara dapat menerima Kristus atau mengetahui dengan yakin bahwa Kristus ada dalam hidup saudara ?</p>
<p>A.  Mula-mula saudara harus mengenal kebenaran-kebenaran dasar   tertentu.</p>
<p style="text-align: left;">1. Tuhan Allah <strong><span style="text-decoration: underline;">mengasihi</span></strong> saudara dan mempunyai suatu rencana yang indah bagi hidup saudara. ( Yoh 3:16 ;  Yoh 10:10 b )</p>
<p style="text-align: left;">2.  Manusia penuh <strong><span style="text-decoration: underline;">dosa</span></strong> dan <strong><span style="text-decoration: underline;">terpisah</span></strong> dari Tuhan Allah, sehingga ia tidak dapat mengetahui dan mengalami kasih dan rencana Allah bagi hidupnya.( Roma 3:23  ;  6:23)</p>
<p>3. Yesus Kristus adalah <strong><span style="text-decoration: underline;">satu-satunya</span></strong> jalan keselamatan yang telah ditentukan  oleh  Tuhan  Allah  untuk  keampunan  dosa  manusia.  Melalui  Dia saudara dapat mengetahui dan mengalami kasih dan rencana Allah bagi saudara (Roma 5:8  ;     I Korintus  15:3-6  ;  Yohanes 14:6)</p>
<p>4. Kita <strong><span style="text-decoration: underline;">harus menerima </span></strong>Yesus Kristus menjadi Juruselamat dan Tuhan kita , dengan mengundangNya  secara pribadi. Dengan demikian kita dapat mengetahui dan mengalami kasih dan rencana Allah bagi hidup kita.(Yohanes 1:12  Efesus  2:8-9 ; Wahyu 3:20 )</p>
<p>B. Meminta Tuhan Yesus Kristus masuk kedalam hidup saudara belum cukup, saudara harus mempunyai  <strong><span style="text-decoration: underline;">iman</span></strong>, saudara harus  <strong><span style="text-decoration: underline;">percaya</span></strong> bahwa Dia akan masuk ke dalam hidup saudara _ sesuai dengan janjiNya.</p>
<p>1)      Ingatlah bahwa pribadi yang saudara undang kedalam hidup saudara itu bukanlah   <strong><span style="text-decoration: underline;">manusia biasa</span></strong>. Dia adalah Anak Allah.</p>
<p>2)      <strong><span style="text-decoration: underline;">Sekali</span></strong> saudara telah mengundang Kristus, jangan minta Dia lagi <strong><span style="text-decoration: underline;">berkali-kali</span></strong>, karena hal itu akan melukai hatiNya dan bertentangan dengan prinsip iman.</p>
<p>C. Akhirnya , janganlah bergantung pada <strong><span style="text-decoration: underline;">perasaan saudara</span></strong>; janji dari Firman Allah yang harus menjadi pegangan kita dan bukanlah perasaan kita yang berubah-ubah.</p>
<p>Selesai.</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lppi.org/blog/2009/07/01/bagaimana-sdr-yakin-sdr-orang-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat datang di Blog LPPI!</title>
		<link>http://lppi.org/blog/2009/07/01/hello-world/</link>
		<comments>http://lppi.org/blog/2009/07/01/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 08:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Intro]]></category>
		<category><![CDATA[pemuridan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lppi.org/blog/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[“Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang layak dipercayai yang juga cakap mengajar orang lain” 2 Timotius 2 : 2.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang layak dipercayai yang juga cakap mengajar orang lain” 2 Timotius 2 : 2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lppi.org/blog/2009/07/01/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
